Tidak Semua WNI: Misi Kemanusiaan di Tengah Eskalasi Konflik
Tangsel Tidak Semua WNI Pemerintah Indonesia terus mengintensifkan upaya evakuasi Warga Negara Indonesia dari Iran, menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut. Melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto, keselamatan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Proses evakuasi sudah dimulai sejak Jumat, 20 Juni 2025. Tahap pertama memberangkatkan 97 orang dari Teheran ke Kota Baku, Azerbaijan, menggunakan jalur darat selama 16 jam. Mereka terdiri dari 93 WNI, tiga staf KBRI Teheran, dan satu warga negara Iran yang menikah dengan .
Namun, tantangan dalam misi ini tak sebatas logistik. “Sebagian menolak karena perjalanan panjang dan alasan pribadi. Tapi kami terus melakukan pendekatan dan menjelaskan risiko yang ada,” ujar Lodewijk di IPDN Jatinangor, Jawa Barat.
Pemerintah pun terus bersiaga. Setiap perkembangan situasi di Iran dan negara-negara sekitarnya dipantau ketat. Lodewijk mengingatkan agar WNI tidak mengambil keputusan sepihak yang bisa membahayakan keselamatan mereka.

Baca Juga: Pria Tusuk Kakak-Adik di Bogor karena Rebutan Wanita
Presiden Prabowo sendiri, melalui Kepala BPPIK Aries Marsudiyanto, telah memberikan arahan tegas: harus segera keluar dari zona konflik. “Presiden menyampaikan, tidak ada kompromi soal keselamatan warga negara.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menambahkan bahwa Presiden terus memantau situasi secara cermat dan telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk bertindak cepat. “Pak Presiden ingin semua pihak bersinergi. Termasuk perwakilan luar negeri harus responsif dan tanggap terhadap dinamika yang terjadi,” kata Juri.
Kementerian Luar Negeri juga aktif menjalankan peran kunci. Direktur Perlindungan WNI, Judha Nugraha, mengimbau seluruh WNI di Iran untuk bersedia mengikuti gelombang evakuasi berikutnya. “Situasi keamanan sudah sangat membahayakan. Negara punya kewajiban menyelamatkan setiap warga dari kondisi berisiko,” tegasnya.
Menurut data Kemenlu, terdapat sekitar 386 WNI di Iran, mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa. Pemerintah memastikan bahwa seluruh proses evakuasi berjalan aman dan manusiawi, tanpa paksaan, namun tetap menekankan urgensi keselamatan.
Meski beberapa WNI masih memilih bertahan, Pemerintah tidak akan berhenti. Dalam krisis ini, keselamatan warga adalah hukum tertinggi.






