Shihan Markus menambahkan, kejuaraan yang digelar di salah satu hotel di Serpong ini menghadirkan pertandingan lintas usia dan level kemampuan. Totalnya ada sekitar 96 kelas pertandingan yang terbuka untuk peserta dari berbagai kelompok umur, dari anak-anak hingga dewasa.
“Kelasnya banyak sekali, saya sendiri tidak hafal detailnya. Tapi sekitar 96 kelas, dari usia muda sampai senior,” ungkapnya.
Menurut Shihan Markus, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang. “Sekitar 160–200 peserta itu murni dari familia Hayashiha Shitoryukai Asia Pasifik yang akan bertanding resmi di bawah bendera negaranya. Sisanya adalah peserta open dan festival, termasuk anak-anak, adik-adik yang ikut meramaikan,” paparnya.
Kejuaraan

“Kita ingin mengangkat kembali martabat Indonesia. Bahwa dalam kondisi sulit pun, kita mampu menyelenggarakan event internasional. Ajang ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat jaringan dan regenerasi atlet karate di bawah Hayashiha Shitoryukai yang sebelumnya banyak melahirkan juara dunia seperti Mina Kayama, Tsuyoshi Kondo, dan Murakami Kunio,” ungkapnya.
Sebagai tuan rumah, kata dia, Gabdika menekankan pentingnya kolaborasi dan tahapan program yang fokus pada suksesnya event.
“Tahap demi tahap kami lalui. Mulai dari mengajak rekan-rekan, menyusun program, dan memprioritaskan kejuaraan ini. Sekarang sudah masuk tahap akhir menjelang pertandingan 2 dan 3 Agustus nanti. Dengan semangat persatuan, prestasi, dan dedikasi, kejuaraan ini bukan hanya akan membawa nama baik Indonesia di mata internasional, tapi juga menjadi titik balik kejayaan Hayashiha Shitoryukai di kawasan Asia Pasifik,” tutupnya.











