Tangerang Selatan – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) berencana mengirimkan hingga 500 ton sampah per hari ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Langkah ini diambil setelah rencana kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang resmi dibatalkan.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menjelaskan, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengatasi permasalahan sampah. Dalam kesepakatan tersebut, Tangsel akan mendapat kuota pembuangan sampah sebesar 300 hingga 500 ton per hari.
“Kita sudah melakukan kerja sama dengan Pemda Jabar untuk pengelolaan sampah di Lulut Nambo, Cibinong, Kabupaten Bogor,” kata Benyamin, Selasa (9/9/2025).
Sampah Diolah Jadi Bahan Bakar Alternatif
Benyamin menegaskan, sampah yang dibuang ke TPPAS Lulut Nambo tidak akan sekadar ditimbun. Fasilitas modern tersebut telah menyiapkan teknologi untuk mengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif.
Baca Juga : Gerakan Pangan Murah Hadir di Babakan dan Ciater Tangsel
“Nanti di sana diolah menjadi RDF dan dijual ke Semen Cibinong,” jelas Benyamin.
Ia berharap proses pembicaraan antara kedua pihak dapat segera menemukan titik terang. Menurutnya, rencana ini sudah berjalan dan terus berprogres sehingga bisa segera menjadi solusi konkret bagi persoalan sampah di Tangsel.
Sebelumnya, Pemkot Tangsel telah menjajaki kerja sama dengan Pemkab Pandeglang terkait pengelolaan sampah. Namun, rencana itu akhirnya kandas karena penolakan warga dan keterbatasan teknis yang dihadapi Pandeglang.
“Berdasarkan rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Kabupaten Pandeglang itu belum siap. Kan harus pakai ini itu segala rupa seperti itu,” ungkap Benyamin.
Penolakan warga dan minimnya kesiapan teknis membuat Pemkab Pandeglang memutuskan untuk membatalkan kerja sama tersebut. Akibatnya, Pemkot Tangsel harus segera mencari solusi lain untuk mengatasi persoalan sampah yang terus menumpuk.
Baca Juga : 11 Pelaku Penjarahan Rumah Sri Mulyani Akhirnya Dibekuk Polisi
Harapan Tangsel Atasi Masalah Sampah
Pemkot Tangsel menilai rencana kerja sama dengan TPPAS Lulut Nambo bisa menjadi jalan keluar strategis. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 500 ton per hari, sampah dari Tangsel tidak hanya dibuang tetapi juga diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi.
Jika rencana ini berhasil diwujudkan, maka beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang selama ini menampung sampah warga Tangsel bisa berkurang drastis.
Benyamin berharap dukungan semua pihak dapat mempercepat realisasi kerja sama tersebut. “Ini sudah berjalan dan berprogres terus. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi agar masalah sampah di Tangsel teratasi,” pungkasnya.











