Tangerang Selatan – Kabel fiber optik milik provider dan kabel listrik milik PLN yang semrawut di sepanjang jalan utama Pamulang, Ciputat, dan Ciputat Timur, akan segera ditata oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel). Penataan dilakukan secara bertahap agar kabel yang melintang tidak lagi merusak estetika kota dan membahayakan warga.
Keluhan warga soal kabel semrawut ini semakin sering terdengar, terutama di kawasan padat aktivitas. Kabel-kabel yang menggantung rendah tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Warga Keluhkan Kabel Semrawut
Anggota DPRD Kota Tangsel dari Fraksi PSI, Ferdiansyah, mengatakan dirinya mendapat banyak laporan dari warga Pamulang yang merasa resah dengan kondisi tersebut.
“Kabel semrawut yang melintang akan diselesaikan secara bertahap. Saya pribadi melihat memang cukup banyak wilayah, baik di jalan kota maupun jalan provinsi, yang kabelnya melintang sembarangan. Ini menjadi salah satu pekerjaan rumah besar bagi Pemkot Tangsel,” ujar Ferdi, Kamis (18/9/2025).
Baca Juga : Lurah Pondok Betung Berikan Bantuan Sembako Warga Terdampak Banjir
Ferdi menegaskan, kabel yang tidak tertata itu bukan hanya milik PLN. Banyak kabel fiber optik milik penyedia jasa internet yang bernaung dalam Asosiasi Penyedia Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) juga dibiarkan menggantung tanpa standar keamanan.
“Hal ini harus ditangani serius. Keindahan kota terlihat dari infrastruktur yang rapi. Karena itu, perlu ada koordinasi antara Pemkot, PLN, dan APJATEL untuk mempercepat penataan kabel ini,” tambahnya.
Titik Kabel Semrawut di Tangsel
Dari pantauan lapangan, kondisi kabl semrawut ditemukan di berbagai lokasi. Beberapa titik yang paling terlihat mencolok antara lain di Jalan Pahlawan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, kawasan Pasar Ciputat, Pondok Ranji, hingga Pondok Cabe Udik, Pamulang.
Di lokasi-lokasi tersebut, kabl listrik dan fiber optik menjuntai rendah, melilit tiang, bahkan sebagian ada yang putus dan dibiarkan menggantung. Kondisi ini tentu membahayakan pengendara serta merusak wajah kota yang sedang gencar membangun infrastruktur.
Baca Juga : Pemkot Tangsel Tanam 2 Ribu Bibit Cabai dan Terong
DPRD Minta Pemkot Tangsel Bertindak Cepat
Senada dengan Ferdiansyah, Anggota DPRD Tangsel dari Fraksi Golkar, H. Moch. Ramlie, juga menegaskan pentingnya langkah cepat pemerintah.
“Karena kabel itu muncul akibat kebutuhan masyarakat, maka pemerintah harus hadir untuk menertibkan. Jangan sampai keluhan warga dibiarkan berlarut. Ke depan, Kota Tangsel harus punya saluran pintar atau ducting kabel bawah tanah yang lebih aman dan serba manfaat,” ujar Ramlie, yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar Tangsel.
Menurutnya, pembangunan saluran kabel bawah tanah akan menjadi solusi permanen. Dengan begitu, wajah kota akan lebih tertata, risiko kecelakaan bisa ditekan, dan jaringan listrik maupun telekomunikasi tetap terjamin.
Menunggu Respons APJATEL dan Dinas Terkait
Hingga berita ini diturunkan, pihak APJATEL maupun dinas terkait Pemkot Tangsel belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah teknis penataan kabel. Masyarakat berharap pemerintah benar-benar menindaklanjuti keluhan ini agar kabel semrawut tidak lagi menjadi pemandangan sehari-hari di Tangsel.











